Saat kita ingin berinvestasi di Reksadana, hendaknya mengetahui secara pasti instrumen apa yang akan kita pilih. Investasi Reksadana memang sebuah investasi murah dan mudah untuk dilakukan. Tetapi jangan sampai melakukan kesalahan saat investasi Reksadana. Sedikit saja kesalahan kita lakukan, tentu akan berurusan dengan resiko investasi yang tinggi.

Meskipun investasi Reksadana adalah jenis investasi aman mudah dan murah, tetapi banyak investor pemula yang melakukan kesalahan. Untuk menghindari resiko dan membuat investasi Reksadana kita nyaman, jauhilah 5 kesalahan umum yang dilakukan investor pemula berikut ini

1. Kesalahan investasi Reksadana, hanya fokus pada harga Reksadana saja.


kesalahan investasi reksadana pertama
Harga reksadana bukanlah penentu keuntungan

Kesalahan yang sering dilakukan investor pemula dalam investasi Reksadana adalah membeli instrumen yang murah dengan tujuan keuntungan yang tinggi. Sebenarnya hal ini jelas tidak berlaku untuk Reksadana karena tipe investasi ini berbeda dengan saham, forex, properti, maupun yang lainnya.

Investasi Reksadana dengan harga murah tidaklah menjamin adanya keuntungan yang besar. Sebagian besar investor pemula melakukan perbandingan antara Reksadana dengan investasi lainnya. Mereka lebih fokus pada harga Reksadana yang murah dan mengira kalau investasi murah dapat mendatangkan untung yang banyak.

Perlu dipahami kalau Reksadana bukanlah saham ataupun trading forex. Dikala anda membeli harga murah, harga akan tumbuh jadi lebih mahal dan disitulah anda akan mendapat untung banyak.

Sebenarnya besar dan kecilnya keuntungan di investasi Reksadana ditentukan oleh nilai imbalan. Jika anda membeli Reksadana seharga 100 ribu dengan imbalan hasil adalah 10%, itu akan memberikan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan Reksadana seharga 10 ribu dengan imbalan 5%. Jadi apabila ingin mendapatkan keuntungan yang besar di Reksadana, fokuslah pada nilai persentase imbalan yang diberikan setiap tahunnya.

BACA :  Perbedaan Saham dengan Trading Forex

2. Jangan tergiur pada persentase keuntungan jangka pendek.

Jika di point pertama kesalahan investasi reksadana ada pada harga investasinya, dan harus fokus pada nilai persentase imbalannya. Tetapi jangan salah menilai persentase imbalan. Terkadang persentase yang besar juga memerlukan penelitian terhadap imbalan jangka panjangnya.

Banyak pemula hanya berpatokan pada nilai persentase pada satu periode saja. Ini merupakan kesalahan yang fatal dalam Reksadana. Secara umum, performa suatu industri pastilah berubah-ubah, makanya terkadang imbalan hasil berbeda setiap periodenya. Karena itu, melihat performa sebuah industri dalam jangka panjang diperlukan sebelum memutuskan untuk investasi.

Misal, apabila sebuah industri C di Reksadana menawarkan imbal hasil yang besar pada tahun ini, kita juga harus melihat imbalan yang diberikan industri tersebut pada 5 tahun sebelumnya. Karena itu, pilihlah industri yang memberikan imbalan normal pada tahun ke tahun.

3. Kesalahan karena terlalu fokus pada dividen


Deviden reksadana
Besar deviden ditentukan oleh Rapat Universal Pemegang Saham (RUPS)

Harapan mendapat deviden yang besar adalah kesalahan yang terjadi di investasi Reksadana yang dilakukan investor pemula. Pada investasi Reksadana besaran deviden ditentukan oleh keputusan Rapat Universal Pemegang Saham disingkat RUPS. Karena itu, besaran deviden setiap industri itu bervariasi.

Terlebih, mayoritas reksa dana tidak memberikan dividen pada pemegang unit penyertaan sebab manajer investasi mempunyai kebijakan buat melaksanakan reinvestasi pada seluruh wujud pemasukan.

4. Tidak melaksanakan diversifikasi merupakan kesalahan saat investasi Reksadana

Seperti pengertian diversifikasi adalah jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Arti dari hal tersebut yaitu jangan melakukan investasi hanya pada 1 industri atau 1 instrumen investasi saja. Apabila investasi yang dipilih tidak memberikan hasil maksimal, tentu akan berimbas pada pendapatan setiap tahunnya. Hal terburuk adalah jika industri tersebut merugi, investasi anda akan ikut merugi juga.

BACA :  Pro Kontra dalam Investasi blockchain dan cryptocurrency

Untuk itulah diversifikasi sangat penting dilakukan dalam satu jenis investasi atau bermacam-macam investasi. Misalnya di Reksadana dengan investasi saham, forex, emas, dll. Atau juga bisa pada investasi Reksadana saja, tetapi memilih lebih dari 1 industri Reksadana.

Maksudnya, hendaknya kalian tidak meletakkan segala investasi pada satu industri sebab bila industri tersebut hadapi kegagalan ataupun bangkrut, resiko yang kalian tanggung juga terus menjadi besar. Buat itu, jangan kurang ingat jalani diversifikasi bermacam peninggalan yang kalian miliki sehingga bila satu bidang utama hadapi permasalahan, kalian senantiasa dapat mempertahankan dana yang sudah didiversifikasi.

5. Bermimpi cepat kaya dari reksadana

Banyak yang memilih Reksadana sebagai investasi yang membuat cepat kaya. Padahal sebenarnya investasi ini bukanlah cara untuk kaya, tetapi untuk menumbuhkan uang dalam jangka waktu panjang.

Banyak investor pemula yang berharap dapat imbalan atau keuntungan besar dalam jangka waktu singkat. Padahal itu adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Sementara itu, reksa dana baru hendak membagikan hasil optimal bila kalian berinvestasi buat jangka panjang. Dalam jangka pendek, pasar modal kerap melaksanakan improvisasi yang menimbulkan penyusutan nilai investasi.

Kata terkahir

Investasi di Reksadana memang sangat menarik. Tetapi jangan salah sangka kalau investasi Reksadana bukanlah cara menjadi cepat kaya. Melihat dari jumlah imbalan atau persentase setiap tahunya tidaklah banyak. Karena itu investasi hanya bersifat sebagai alternatif menumbuhkan uang yang anda miliki. Jika dibandingkan menabung di bank, deposito, Reksadana merupakan cara terbaik jika modal anda kecil.

Investasi Reksadana dapat dimulai dengan modal kecil. Kemarin kami mencoba investasi di Reksadana dengan modal 10 ribu saja sudah bisa. Memang bunga dan imbalan yang kita dapatkan kecil, tetapi lebih besar daripada investasi deposito dengan bunga tinggi, atau tabungan reguler.

Load More By Dede Wahyu
Load More In investasi
Comments are closed.