Sudah memiliki kartu BPJS ketenagakerjaan? Apa anda tahu perbedaan JHT atau jaminan hari tua dengan jaminan pensiun dini? Banyak yang masih bingung bahkan mengira kalau kedua jaminan tersebut sama. Untuk pengguna karyawan yang belum memiliki BPJS ketenagakerjaan wajib mendaftar. Anda dapat mendaftar mandiri atau minta perusahaan untuk mendaftarkan ke kantor BPJS ketenagakerjaan.

Jangan salah ya kalau BPJS kesehatan dengan BPJS ketenagakerjaan itu berbeda. JHT dan jaminan pensiun hanya bisa anda dapatkan di BPJS ketenagakerjaan. Premi juga bisa ditarik berupa JHT atau pensiunan. Kalau BPJS kesehatan hanya bisa digunakan untuk berobat. Premi juga tidak dapat ditarik. Khusus untuk BPJS ketenagakerjaan, disini akan dijelaskan pa saja perbedaan jaminan hari tua dengan jaminan pensiun dari BPJS. Jangan sampai salah mengartikan, karena keduanya berbeda.

Perbedaan Jaminan Hari Tua dengan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan

Ternyata masih banyak warga negara Indonesia, belum kenal dengan pasti perbedaan kedua jaminan yang ditawarkan oleh BPJS ketenagakerjaan ini. Mereka menyangka kalau kedua jaminan tersebut memiliki fungsi yang sama di hari tua. Kegunaan di hari tua di anggap sama yaitu mensejahterakan mereka pemegang kartu saat sudah tidak bekerja.

Sebenarnya antara jaminan hari tua dengan jaminan pensiun memiliki arti yang berbeda. Keduanya seakan tidak dapat disamakan satu sama lainnya. Apa saja perbedaan JHT dengan jaminan pensiun BPJS ketenagakerjaan? Lalu berapa biayanya, dan bagaimana cara klaimnya?

JHT (Jaminan Hari Tua) BPJS Ketenagakerjaan

Program jaminan hari tua yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang diperuntukan untuk peserta yang telah berhenti bekerja. Jika kita terjemahkan secara mudah, hari tua itu berarti masa dimana kita sudah tidak dapat bekerja lagi. Atau bisa dikatakan sudah pensiun. Inilah yang membuat rancu antara program jaminan hari tua dengan program jaminan pensiun.

Jika di lihat lagi definisi sebenarnya apa itu jaminan hari tua, yaitu jaminan yang dibayarkan berupa uang kepada peserta BPJS ketenagakerjaan yang sudah berumur lebih dari 56 tahun, wafat, serta mengalami cacat fisik. Jumlah uang jaminan hari tua itu adalah jumlah yang dibayarkan peserta selama bekerja ditambah dengan jumlah pengembangan yang dilakukan BPJS ketenagakerjaan.

BACA :  Cara daftar BPJS kesehatan untuk bayi dalam kandungan

Sebenarnya setiap warga negara Indonesia yang sudah bekerja wajib ikut dalam asuransi ini. Ini merupakan program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat yang bekerja pada perusahaan swasta. Dalam pendaftaran peserta BPJS ketenagakerjaan, anda dapat mendaftar sebagai pekerja penerima upah, atau pekerja bukan penerima upah. Pekerja yang dimaksud penerima upah adalah buruh, karyawan swasta, dan sejenisnya. Sedangkan pekerja bukan penerima upah seperti freelance, pemilik usaha, pedagang, dan sejenisnya.

Didalam jaminan hari tua BPJS ketenagakerjaan, ada perbedaan penyetoran antara kedua tipe atau jenis peserta di atas. Antara penerima upah dan bukan penerima upah tentu memiliki perbedaan dalam hal pembayaran iuran antara lain:

Program JHT untuk pekerja penerima upah ( buruh, karyawan swasta, sejenisnya)

Pekerja penerima upah dalam hal ini seorang pekerja yang bekerja pada sebuah perusahaan dan sejenisnya, agar memperoleh jaminan saat masa tua, wajib didaftarkan ke kantor BPJS ketenagakerjaan. Peserta ini harus didaftarkan oleh industri atau diri sendiri dengan membawa surat perjanjian kerja, kartu identitas, dan kartu keluarga.

Apabila anda melakukan perpindahan kerja ke industri atau perusahaan yang lain, anda harus meneruskan kepesertaan BPJS dengan menginformasikan program JHT yang sudah anda ikuti ke perusahaan yang baru tempat anda bekerja.

Untuk pembayaran iuran bulanan, peserta wajib membayar 5,7% dari gaji pokok yang mereka terima. Premi tau iuran tersebut dibayar setengah oleh perusahaan yaitu 3,7% dan sisanya lagi 2% dibayar oleh pekerja itu sendiri. Pembayaran dapat dilakukan pada tanggal 15 dan jika mengalami keterlambatan, akan dikenakan denda sebesar 2%.

Program JHT untuk pekerja bukan penerima upah (pemilik usaha, freelance, bekerja sendiri, pedagang, dan sejenisnya)

Memang ada sedikit perbedaan iuran JHT untuk penerima upah dengan bukan penerima upah. Pekerja bukan penerima upah dapat mendaftar sendiri ke BPJS ketenagakerjaan dengan membawa surat-surat yang diperlukan. Besaran iuran JHT disesuaikan dengan pendapatan pekerja tiap bulannya. Pembayaran iuran JHT dapat dilakukan sendiri melalui bank per tanggal 15 setiap bulannya.

BACA :  Pengertian Asuransi ALL RISK ( Comprehensive )

Program jaminan pensiun BPJS ketenagakerjaan

Sedikit berbeda dengan JHT atau jaminan hari tua. Program jaminan pensiun akan dibayarkan saat pekerja sudah memasuki masa pensiun, wafat atau meninggal dunia, dan cacat fisik. Perbedaannya ada pada pembayarannya. Jika peserta meninggal dunia jaminan pensiun akan diberikan sekali saja. Jika masih hidup, pembayaran pensiun akan dilakukan bertahap.

Perlu diketahui, kalau program jaminan pensiun ini hanya bisa didapatkan oleh pekerja penerima upah. Jadi pekerja bukan penerima upah tidak bisa ikut program jaminan pensiun ini. Seperti yang dijelaskan barusan, manfaat jaminan ini akan bisa dinikmati saat pekerja menginjak masa pensiun yaitu saat berumur lebih dari 56 Tahun.

Dikabarkan umur pensiun di Indonesia per 1 Januari 2019 hendak naik jadi 57 tahun serta hendak bertambah sampai 65 tahun.

Besaran iuran program jaminan pensiun BPJS ketenagakerjaan

Peserta program jaminan pensiun diwajibkan membuat iuran bulanan sebesar 3% dari upah. Tentu saja iuran ini dibayar 1% oleh pekerja dan 2% oleh pemberi pekerjaan. Upah yang menjadi patokan adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap pekerja.

Manfaat dari program JHT (jaminan hari tua) dan jaminan pensiun BPJS ketenagakerjaan


jaminan pensiun dan jaminan hari tua
Memanfaatkan jaminan hari tua dan jaminan pensiun dengan baik

Cukup banyak manfaat program JHT maupun jaminan pensiun yang bisa anda nikmati. Memang manfaat ini tidak anda rasakan sekarang, tetapi kelak nanti saat anda berusia lebih dari 56 tahun. Berikut ini beberapa keuntungan dan manfaat JHT/jaminan pensiun untuk anda seperti:

1. MPHT atau Manfaat Pensiun Hari Tua

Keuntungan ini bisa kita rasakan saat memasuki masa pensiun. MPHT adalah sejumlah uang tunai yang diberikan setiap bulan kepada peserta JHT maupun jaminan pensiun yang sudah membayar iuran minimal 15 tahun. Uang tunai ini akan didapatkan sejak umur 56 tahun sampai wafat.

2. MPC atau Manfaat Pensiun Cacat

MPC adalah uang tunai yang diberikan BPJS ketenagakerjaan kepada peserta yang mengalami musibah sehingga mengakibatkan cacat total. Cacat bisa disebabkan kecelakaan ataupun akibat penyakit yang diderita. MPC bisa di dapatkan meskipun kepesertaan baru 1 bulan atau tergantung keputusan dari pihak BPJS ketenagakerjaan.

BACA :  Cara pindah faskes BPJS kesehatan online dan offline

3. MPA atau Manfaat Pensiun Anak

Manfaat ini dapat dinikmati oleh anak si peserta JHT atau jaminan pensiun. Uang tunai akan diberikan oleh BPJS ketenagakerjaan kepada anak maksimal 2 orang anak. Uang ini akan diberikan setiap bulan sampai anak tersebut berumur 23 tahun.

4. MPJD atau disebut Manfaat Pensiun Janda Duda

Manfaat ini merupakan uang tunai yang diserahkan kepada janda/duda yang rupakan waris peserta setiap bulannya. Uang tunai ini akan terus diberikan sampai janda atau duda tersebut menikah lagi maupun wafat.

5. MPOT atau Manfaat Pensiun Orang Tua

Manfaat ini jelas akan dirasakan oleh orang tua peserta JHT. Orang tua kandung atau wali akan mendapatkan uang tunai bulanan . Tentu mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku di BPJS ketenagakerjaan.

Cara pencairan dana JHT dan Jaminan Pensiun

Masih banyak peserta JHT maupun jaminan pensiun yang belum tahu persis bagaiman car mencairkan dana JHT atau pensiun tersebut. Secara umum proses pencairan hanya bisa dilakukan apabila peserta sudah berumur lebih dari 56 tahun. Jika sudah memenuhi syarat umur, tentu anda memerlukan kelengkapan dokumen seperti kartu kepesertaan, kartu keluarga, KTP, dan tanda pengalaman bekerja. Tidak menutup kemungkinan juga diperlukan dokumen lainnya.

Kalau ternyata pada umur pensiun peserta masih dipekerjakan oleh industri atau perusahaan, anda perlu mencoba mencairkannya tahun depan maksimal 3 tahun sejak masa pensiun. Tetapi apabila ingin mencairkan di waktu itu juga, peserta juga dapat mencobanya saat menginjak umur pensiun.

Untuk lama proses pencairan JHT ataupun jaminan pensiun bisanya 5 hari sejak proses pengajuan ke kantor BPJS ketenagakerjaan. Apabila anda ingin tahu jumlah uang yang sudah terkumpul include pengembangannya, dapat dilihat di aplikasi android BPJS ketenagakerjaan atau melalui website resminya.

Load More By Sudiana
Load More In asuransi
Comments are closed.