Masih berbicara seputar forex indikator. Sekarang saya akan membagikan tips seputar analisa forex yaitu cara trading forex menggunakan indikator moving average. Banyak trader yang masih belajar forex trading sangat bergantung pada indikator sebagai analisis teknikal dasar. Salah satu alat analisis teknikal yang paling mendasar dan sangat populer digunakan adalah indikator moving average. Beberapa waktu sebelumnya mungkin sudah saya jelaskan mengenai indikator umum lainya. Giliranya sekarang untuk belajar bagaimana cara analisa forex market menggunakan indikator moving average sebagai dasar dari analisa teknikal. Dalam kesempatan ini, saya akan menunjukan strategi forex terbaik yang disajikan beserta beberapa gambar. Gambar atau screanshoot ini bertujuan agar trader pemula bisa memahami cara analisa forex dengan baik.

Apa itu moving average?

Moving average merupakan sebuah indikator sederhana yang diciptakan untuk menghitung rata-rata pergerakan mata uang dalam jangka waktu tertentu. Indikator ini akan melihat pergerakan sebelumnya dan kemudian membentuk sebuah garis yang bisa kita gunakan untuk menganalisa pergerakan harga selanjutnya. Indikator ini biasanya digunakan sebagai alat analisa terpenting dalam trading forex karena dapat menganalisa trend.Selain itu, moving average merupakan support dan resistance dinamis karena garis akan bergerak mengikuti pergerakan harga.

Indikator moving average ini awalnya dibuat untuk Futures market. Sekarang banyak indikator yang sering kita lihat digunakan untuk belajar investasi saham, komoditas, dan berjangka. Sebelumnya di tahun 80-an, pasar saham relatif tenang dan tidak menunjukkan terlalu banyak volatilitas. Tidak ada trader jangka pendek/scalping yang menciptakan volatilitas tinggi seperti pasar forex saat ini. Pasar komoditas yang selalu substansial lebih tidak stabil di masa lalu. Oleh karena itu, indikator moving average sangat diperlukan untuk membantu perdagangan yang kita lakukan.

BACA :  Cara memilih expert advisor terbaik, robot trading

Jenis moving average

Indikator ini memiliki beberapa jenis. Dalam perkembanganya, moving average ada dua jenis yaitu simple moving average dan exponential moving average. Saya akan menjelaskan jenis moving average terlebih dahulu sebelum lanjut belajar analisa forex menggunakan indikator moving average.

Simple Moving Average (SMA)

settingan simple-MA

Simple Moving Average (SMA) adalah MA yang paling sederhana. Sesuai dengan namanya: sederhana. Tapi jangan meremehkan kemampuan sederhana ini, karena dengan penggunaan yang tepat dari itu dapat menyebabkan Anda untuk mengenali pergerakan harga dan perubahan trend.

Exponential Moving Average (EMA)

 

exponential-MA

Perhitungan EMA tidak sesederhana SMA. EMA memberikan bobot lebih dalam perhitungan harga rata-rata dalam jangka waktu tertentu. Efeknya adalah EMA cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga, sehingga EMA untuk bergerak sedikit lebih agresif dari SMA.

Hari ini saya ingin berbagi lebih banyak dan menyajikan tutorial tentang cara trading forex menggunakan indikator moving average, bukan hanya satu moving average tetapi dua moving average. Metode ini disebut sebagai moving average crossover. Ini mungkin salah satu yang pertama karena indikator ini merupakan indikator utama yang digunakan untuk menciptakan sistem perdagangan dekade sebelumnya. Jika kita melihat analisa trader dari 50 tahun yang lalu, terutama yang fokus pada komoditas, kita akan melihat dua moving average dalam mengambil tindakan.

Cara trading forex menggunakan indikator moving average

Dalam penggunaanya, moving average biasanya digunakan lebih dari satu. Dua buah moving average yang digunakan adalah fast moving average dan slow moving average. Persilangan antara kedua moving average ini disebut sebagai crossover. Moving Average Crossover menggunakan dua settingan periode yang berbeda. Settingan periode untuk MA pertama adalah 90 hari dan settingan ma periode kedua adalah 14 hari. Saya menemukan bahwa menggunakan kombinasi dua buah indikator MA dengan settingan periode yang berbeda akan menghasilkan perpaduan yang baik.  Kita pastinya akan menemukan persilangan antara dua buah MA ini ketika harga akan berubah arah. Alasan lain mengapa saya menggunakan periode 90 hari karena secara konsisten menghasilkan hasil terbaik dari semua time frame yang telah diuji.

BACA :  Strategi trading forex menggunakan stochastic multi timeframe

Hindari kesalahan saat menggunakan moving average

Dua moving average harus digunakan di bawah kondisi yang tepat agar bisa bekerja dengan baik. Di sinilah masalah terbesar muncul. Sebagian besar traders tidak menggunakan dua moving average di lingkungan pasar yang benar. Saya telah melihat berkali-kali ketika pedagang menggunakan moving average ketika pasar yang datar dan tren kurang. Saya telah melihat banyak pedagang menggunakan indikator ini ketika pasar sedang sepi. Ini bukan lah fungsi dari dibuatnya indikator ini . jika kita menggunakannya saat kondisi pasar yang salah, kita tidak akan pernah menyadari manfaat sebenarnya dari alat-alat perdagangan yang indah.

Terapkan Crossover Setelah pembalikan harga terjadi

Waktu terbaik dan satu-satunya waktu yang baik untuk menggunakan moving average crossover adalah setelah saham tertentu atau pasar lainnya telah jenuh dan berbalik arah dan sudah mulai turun kembali. Mari saya tunjukkan beberapa contoh dasar sehingga kita bisa mendapatkan cara menggunakan indikator moving average yang benar.

Muat Lagi Dengan Sudiana
Muat Lagi Di trading forex
komentar ditutup