Sudah punya uang banyak ingin ditabung tetapi mau dapat bunga lebih besar, deposito jawabannya. Lalu apa itu deposito?, Apa saja jenis deposito?, terus bagaimana cara menghitung bunga deposito setiap bulannya? Kalau ingin menyimpan uang di deposito atau tabungan deposito wajib mengetahui ini sebelum memulainya. Deposito adalah sebuah produk penyimpanan uang di bank dengan bunga lebih besar dari bunga tabungan biasa. Itulah membuat kenapa banyak orang memilih deposito daripada menabung.

Deposito merupakan produk simpanan uang yang di tawarakan oleh pihak bank. Produk simpanan deposito memberikan layanan penyetoran uang dan juga penarikan. Hampir sama seperti tabungan dan kartu ATM. Bedanya ada pada penarikannya. Di deposito kita hanya boleh menarik uang jika jangka waktu depoaito sudah selesai. Jangka waktu ini bisanya berdasarkan perjanjian di awal saat melakukan penyetoran uang.

Seperti yang kami ketahui, deposito memang bukan investasi yang cukup menguntungkan di tahun 2019, tetapi bisa menjadi alternatif simpanan yang berbunga tinggi. Selain itu simpanan ini bisa membuat nasabah mengatur keuangan mereka seperti mencegah penarikan. Apabila penarikan dilakukan sebelum jangka waktu perjanjian selesai, tentu nasabah akan di kenai finalty. Besaran finalty yang dikenakan berbeda-beda berdasarkan kebijakan bank.

Jenis-jenis Deposito

Barusan sudah dijelaskan pengertian deposito. Apabila anda berminat dengan investasi deposito, Untuk selanjutnya, anda perlu juga mengetahui jenis deposito yang ada di Indonesia. Di kalangan masyarakat mungkin mengenal apa itu deposito tetapi tidak tahu apa saja jenis deposito. Di Indonesia, deposito dibagi menjadi 3 jenis antara lain:

1. Deposito Berjangka

Apa itu deposito berjangka? Deposito yang umum diketahui oleh masyarakat di Indonesia. Deposito berjangka adalah jenis simpanan yang memiliki jangka waktu seperti pengertian deposito di atas. Deposito berjangka ini memiliki dua sistem yang digunakan. Sistem tersebut seperti sistem automatic roll over dan juga sistem non automatic roll over.

BACA :  Bank dengan bunga Deposito tertinggi

Sistem roll over merupakan deposito dengan sistem perpanjangan kontrak secara otomatis. Jadi setiap deposito yang sudah mencapai jangka waktu akan otomatis di renew atau diperpanjang otomatis oleh bank. Untuk non automatic roll over berarti tidak ada perpanjangan otomatis saat masa kontrak deposito sudah habis.

2. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah tipe deposito dengan jangka waktu tertentu tetapi memiliki bentuk berupa sertifikat yang di dalamnya tidak tertera nama pemilik deposito sehingga dapat diperjual belikan. Jadi tentu antara deposito berjangka dengan sertifikat deposito itu berbeda pada wujudnya. Selain itu juga dapat diperjual belikan kepada pihak lain. Selain itu, proses pencairan dana dari serifikat deposito dapat dilakukan di awal setiap bulannya maupun setiap tahun atau setiap masa jatuh tempo.

3. Deposito on call

Jenis deposito ini sedikit berbeda peng-klasifikasiannya. Deposito on call adalah deposito yang khusus diperuntukan untuk simpanan dalam jumlah besar. Setiap bank memiliki aturan yang berbeda-beda. Biasanya bear deposito on call minimal 50 juta ke atas. Deposito ini memiliki jangka waktu pendek antara 7 hari sampai 1 bulan.

Yang membuat deposito ini sangat istimewa adalah dalam hal besaran bunga yang ditawarkan pihak bank. Besaran bunga dapat dinegosiasikan dengan pihak bank. Jadi inilah membuat deposito on call sangat di istimewa kan.

Syarat membuka rekening deposito

Untuk anda calon pemilik rekening deposito, dalam membuka deposito wajib memenuhi persyaratan setoran minimal. Setiap bank memilik syarat pembukaan deposito yang berbeda. Secara umum, minimum setoran awal mencapai 8 juta sampai 10 juta rupiah. Tetapi saat ini ada pihak bank yang memberikan syarat minimal setoran hanya 1 juta rupiah.

Memiliki rekening tabungan pada bank bersangkutan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi. Untuk jangka waktu atau tenor deposito berkisar antara 1, 3, 6, dan 12 bulan. Semakin lama jangka waktu tenornya,semakin besar pula bunga yang didapatkan.

BACA :  Apa itu Obligasi? jenis, kelebihan dan kekurangannya

Deposito memang tergolong investasi yang aman meskipun kurang menarik di tahun ini. Keamanan deposito sangat terjamin sejak adanya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Perlu anda ketahui kalau semua deposito tidak semerta – Merta ada di lingkungan LPS. Untuk berada di bawah perlindungan LPS, ada beberapa ketentuan seperti:

Jumlah uang yang ada di dalam tabungan dan deposito tidak boleh melebihi batas jaminan LPS yaitu 2 miliyar. Selain itu bunga deposito tidak boleh melebihi ketentuan batas bunga BI.

Cara menghitung bunga deposito

Untuk anda yang berminat ataupun belum ingin investasi deposito, wajib mengetahui cara menghitung bunga deposito yang ada di bank. Adapun cara menghitung bunganya menggunakan rumus perhitungan bunga deposito antara lain:

Rumus menghitung keuntungan dari bunga deposito

  • Keuntungan deposito = suku bunga x nominal uang di deposito x hari/365

Rumus menghitung pajak deposito

  • Pajak deposito = Tarif pajak x bunga deposito

Rumus menghitung pengembalian deposito

  • Pengembalian Deposito = Nominal Investasi+( Bunga deposito– Pajak)

Itulah pengertian apa itu deposito beserta jenis dan cara menghitung keuntungan dari deposito. Mungkin dengan adanya penjelasan ini anda akan tertarik untuk membuka rekening deposito karena deposito adalah bagian dari investasi yang cukup aman. Jika investasi saham, obligasi, real estate, dan forex trading masih meragukan karena adanya risk atau resiko. Deposito bisa menjadi investasi yang cukup aman meskipun bunga atau keuntungannya tidak sebesar investasi lainnya.

Load More By Dika
Load More In investasi
Comments are closed.