Era baru mata uang dalam dunia investasi saat ini adalah cryptocurrency seperti bitcoin, litecoin, etherum, dan masih banyak koin – koin lainya. Sekarang malah muncul lagi istilah blockchain. Banyak investor bitcoin bingung apakah bitcoin dan Blockchain merupakan sesuatu yang sama atau berbeda. Bitcoin dan blockchain memiliki kaitan yang erat. Bitcoin mengusung teknologi lawas blockchain. Lalu apa perbedaan bitcoin dan blockchain? kenapa mereka berbeda ? apa blockchain lebih bagus dari bitcoin? Semuanya akan saya ulas disini.

Bitcoin merupakan aplikasi pertama yang tercipta dari teknologi blockchain. Karena banyaknya pengguna menggunakan bitcoin, merka mengira kalau bitcoin adalah blockchain. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Jika kita umpamakan blockchain adalah system operasi dan Bitcoin adalah program yang di install pada system operasi blockchain.

Bitcoin adalah sebuah aplikasi yang di install di blockchain. Sedangkan blockchain memiliki aplikasi yang lebih baik dari bitcoin.

Jika bitcoin di indonesia tidak diakui keberadaannya, karena mungkin saja menyebabkan dampak yang tidak baik terhadap ekonomidi indonesia. Tetapi berbeda dengan Blockchain akan membawa dampak baik berkat efisiensi dan transparansinya. Disisi lain, pakar teknologi juga bilang kalau blockchai akan menyebabkan ganguan teknologi yang ada.

Perbedaan Bitcoin dan Blockchain dalam dunia Bisnis dan Investasi

Dalam Dunia Bisnis, Bitcoin dan Blockchain memiliki perbedaan yang sangat menjolok. Perbedaan ini berdasarkan tipe bisnis dan investasi yang sudah berjalan baik saat ini. Dalam dunia bisnis dan investasi teknologi sangatlah berperan penting. Efesiensi dan sistem desentralisasi bisa membuat keuntungan menjadi lebih besar.

Seperti yang terjadi pada Bitcoin yang dibuat oleh satoshi Nakamoto di tahun 2008. Sistem transaksi yang terjadi tidak lewat kontrol mata uang pemerintah, menyederhanakan transaksi sehingga memotong proses pembayaran pihak ketiga. Pencapaian seperti ini dianggap kurang aman, karena tidak adanya kontrol dari pemerintah menyebabkan penyalahgunaan bitcoin bisa untuk kejahatan seperti terorisme dan Narkoba. Perlu ada sebuah keamanan transaksi yang mengedepankan ketransparanan siap yang menjual dan siapa yang membeli. Untuk keperluan apa, dan dibeli dimana.

BACA :  Pro Kontra dalam Investasi blockchain dan cryptocurrency

Bagaimana blockchain dan bitcoin untuk bisnis berbeda?



Saat berbicara masalah bisnis, dalam bisnis dan investasi pasti memerlukan adanya transaksi. Dalam segi transaksi, tugas bitcoin dan blockchain saling berhubungan erat, tetapi memiliki tugas yang berbeda. Transaksi Bitcoin disimpan dan ditransfer menggunakan buku besar didistribusikan pada jaringan peer-to-peer yang terbuka, publik dan bersifat anonim. Berbeda dengan Blockchain yang bertugas sebagai pendukung teknologi bitcoin dan mempertahankan buku besar transaksi bitcoin.

Blockchain sudah pasti akan mendukung Bitcoin yang dikembangkan khusus untuk cryptocurrency. Sehingga bitcoin memerlukan waktu untuk beradaptasi agar bisa diterima di suatu tempat. Sama halnya seperti di indonesia, Bitcoin masih belum diakui oleh pemerintah, tetapi banyak digunakan oleh investor dan pembisnis di indonesia. Ada 3 (tiga) perbedaan Bitcoin dan Blockchain dalam dunia Bisnis dan investasi yang harus kita pahami.

1. Blockchain bisa memiliki aset lebih dari cryptocurrency ( Bitcoin )

Apa mungkin Bitcoin berjalan tanpa Blockchain? tentu saja tidak. Tetapi sesuatu yang pasti adalah Blockchain dapat digunakan dalam aset yang lebih dari sebuah cryptocurrency. Dalam segi bisnis, Saat transaksi jual beli aset terjadi, Seorang Eveledger akan menggunakan blockchain untuk memeriksa asal aset yang dijual untuk meminimal penipuan dalam transaksi. Selain aset yang berwujud seperti rumah, tanah, mobil dll, Blockchain juga bisa digunakan pada aset yang tidak berwujud seperti obligasi, ekuitas, dan sekuritas.

2. Identitas yang berbeda yaitu antara anonimitas vs privasi

Seperti yang kita ketahui, bitcoin tumbuh subur karena anonimitas. Sistem anonimitas memungkinkan semua pengguna melihat semua transaksi yang yang terjadi. Tetapi tidak mengetahui siapa yang sedang melakukan transaksi. Sistem anonimitas sangat tidak sesuai dengan persyaratan dalam bisnis dan investasi. Dalam dunia bisnis seharusnya memiliki kepatuhan AML – anti money loundry  dan KYC – know your customer dan mengharuskan pelaku mengetahui dengan siapa mereka sedang melakukan transaksi.

BACA :  Cara mendapatkan Bitcoin Gratis di Eobot setiap hari

Bitcoin anonimitas vs Blockchain privasi
Berbeda dengan Blockchain yang menggunakan sistem Privasi. sistem ini memungkinkan adanya kerahasiaan identitas sebuah transaksi. Kedua belah pihak saja yang bisa mengetahui identitas transaksi. Bukan semua pengguna yang dapat melihat. Misalnya, dalam sistem pertahanan aset yang sedang dikembangkan oleh Postal Savings Bank of China. Semua pihak termasuk lembaga keuangan, klien, penjaga aset, manajer aset, penasihat investasi, dan auditor dilibatkan. Mereka perlu tahu siapa yang mereka hadapi tetapi satu klien atau penasihat tidak perlu harus dapat melihat semua transaksi yang pernah terjadi (terutama ketika transaksi tersebut berhubungan dengan klien yang berbeda).

3. Mining vs Selective Support

Blockchain untuk bisnis tidak dicapai melalui mining tetapi melalui proses yang disebut “Selective Support”. Blockchain Selective Support  dapat mengontrol secara tepat siapa yang memverifikasi transaksi. Sistem selective support hampir sama seperti bisnis yang terjadi sekarang. Jika saya mentransfer uang ke pihak ketiga, maka bank pengirim, bank penerima dan mungkin penyedia pembayaran akan memverifikasi transaksi. Sangat berbeda dengan sistem bitcoin yang diverifikasi oleh semua jaringan. Semua jaringan yang tergabung dalam mining akan bekerja bersama dan akan mendapatkan imbalan setiap transaksi sukses dilakukan.

Muat Lagi Dengan Baguz BisnisMedia
Muat Lagi Di Bisnis
komentar ditutup