Situasi ini pernah saya alami dalam mengurus bpjs kesehatan untuk bayi yang sedang dalam kandungan. Mungkin anda belum tahu kalau bayi dalam kandungan bisa didaftarkan menjadi peserta BPJS kesehatan. Cara daftar bpjs kesehatan untuk bayi dalam kandungan cukup mudah. Anda akan mendapatkan keuntungan yang sama dengan bpjs kesehatan pada umumnya. Hanya saja bpjs bayi dalam kandungan tidak berupa kartu, hanya berupa no id kepesertaan. Biasanya orang tua membuat bpjs untuk bayi mereka dalam rangka peraiapan kelahiran apabila bayi mengalami masalah.

Jika anda sedang hamil di atas 7 bulan, dan anda ingin mengasuransikan bayi anda yang belum lahir, anda dapat mendaftarkanya di BPJS Kesehatan. Seperti yang kita ketahui kalau BPJS kesehatan merupakan asuransi kesehatan terbaik di indonesia. Sehingga sebagai orang tua yang peduli dengan bayi anda yang masih dalam kandungan, memberikannya perlindungan sampai dia lahir sangatlah penting. Asuransi kesehatan BPJS dapat melindungi dan memberikan pertanggungan sebelum dan sesudah melahirkan.

Apakah bayi didalam kandungan bisa didaftarkan ke BPJS kesehatan?

Sebenarnya saya baru mengetahui ini setelah mendatangi kantor BPJS kesehatan di daerah saya. Ternyata bayi di dalam kandungan masih bisa di daftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Ini merupakan kabar gembira bagi ibu hamil yang sangat peduli dengan bayi dalam kandungannya. Hal tersebut karena sejak 17 Desember 2014 perusahaan telah melakukan perbaikan pelayanan kepada calon nasabah mereka. Salah satu perubahan yang terjadi adalah fasilitas asuransi kesehatan untuk bayi di dalam kandungan. Jadi ibu hamil tidak perlu menunggu sampai bayi tersebut lahir dan tercatat di kartu keluarga.

Apakah Peserta Asuransi BPJS Kesehatan Perusahaan dapat mengikuti program ini?

Seperti yang saya ketahui, Peserta BPJS mandirilah yang dapat mendaftarkan bayi dalam kandungan mereka ke dalam jaminan kesehatan BPJS. Lalu untuk peserta BPJS Perusahaan belum dapat mendaftarkan bayi mereka yang dalam kandungan kecuali jika bayi tersebut merupakan anak ke 4, ke 5 dan seterusnya.

Sedang bagi peserta BPJS Kesehatan PPU yang ditanggung perusahaan, jika ingin mendapat tanggungan biaya melahirkan dari rumah sakit, Rumah sakit biasanya akan memberikan waktu sampai bayi tersebut memiliki jaminan kesehatan BPJS paling lambat 3 hari setelah dilahirkan. Hal ini bertujuan agar biaya persalinan dan biaya lainnya bisa di tanggung oleh asuransi BPJS kesehatan.

BACA :  Pengertian Asuransi ALL RISK ( Comprehensive )

Apa saja syarat mendaftarkan bayi dalam kandungan ke BPJS Kesehatan?

Sebenarnya syaratnya cukup mudah. Tetapi ibu hamil haruslah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri. Peserta BPJS mandiri merupakan peserta yang mendaftar sendiri dan membayar iuran tiap bulan secara mandiri. BPJS mandiri ini tidak termasuk BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh perusahaan. Berikut ini beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum anda mendaftarkan bayi dalam kandungan ke BPJS Kesehatan. Syaratnya antara lain:

  • KK atau Kartu Keluarga dan KTP orang tua,
  • Kartu BPJS Kesehatan oang tua,
  • Hasil USG dengan umur kandungan lebih dari 7 bulan,
  • Surat Keterangan Hamil dari Bidan, Dokter dan Rumah Sakit.

Kurang lebih itulah syarat yang haris dipenuhi jika anda ingin mendaftarkan bayi dalam kandungan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pastikan semuanya lengkap sebelum lanjut ke cara daftar bpjs kesehatan untuk bayi dalam kandungan.

Cara daftar BPJS Kesehatan untuk bayi dalam kandungan

Bagi ibu hamil yang merminat mendaftarkan bayi dalam kandungannya, Pastikan semua persyaratan di atas sudah terpenuhi. Jika sudah semua persyaratan lengkap, barulah anda menginjak ke cara daftar BPJS kesehatan untuk bayi dalam kandungan sebagai berikut:

  1. Sebagai langkah antisipasi, ada baiknya anda menfotocofy berkas di atas sebanyak rangap 2.
  2. Setelah itu bawa persyaratan daftar bpjs bayi dalam kandungan ke kantor asuransi BPJS kesehatan di kota anda. Memang banyak yang menginginkan pendaftaran bpjs kesehatan untuk bayi dalam kandungan secara online, tetapi hal tersebut tidak bisa dilakukan. Orang tua harus datang langsung ke kantor BPJS kesehatan terdekat untuk mengurus pendaftaran.
  3. Untuk biodata, isikan sesuai dengan ketentuan dan syarat pendaftaran BPJS kesehatan untuk bayi dalam kandungan. Ketentuan dalam pendaftaran akan saya bahas setelah membahas tata cara daftar bpjs kesehatan untuk bayi dalam kandungan.

Setelah pendaftaran, kapan biaya iuran tersebut harus dibayar?


bayar iuran bpjs


Pembayaran iuran BPJS kesehatan khusus untuk bayi yang masih ada didalam kandungan harus dibayar selambat-lambatnya 1 Bulan (30 hari) sejak perkiraan kelahiran bayi. Sedangkan untuk jaminan Kesehatan yang di dapat, akan mulai berlaku sejak iuran di bayar. Sedangkan untuk perubahan data peserta bpjs bayi dalam kandungan dapat dilakukan paling lambat 3 bulan sejak bayi itu dilahirkan.

BACA :  4 Jenis asuransi jiwa yang ditawarkan perusahaan asuransi di indonesia

Peserta BPJS yang masih dalam kandungan persyaratan bpjs kesehatan-nya tidak sama dengan peserta BPJS pada umumnya. Biasanya peserta BPJS harus terdaftar di kartu keluarga. Sesuai dengan peraturan BPJS Kesehatan No.23 tahun 2015, bayi di dalam kandungan dapat di daftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan paling lambat 14 hari sebelum bayi itu lahir. Berikut ini cara daftar BPJS kesehatan untuk bayi baru lahir dengan mengikuti ketentuan sebagai berikut :

1. Ibu hamil harus sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri

Hal ini merupakan syarat mutlak dalam pendaftaran bpjs mandiri. Dimana semua anggota keluarga harus terdaftar dalam kepesertaan asuransi BPJS kesehatan. Begitu juga ketika mendaftarkan bayi dalam kandungan. Ibu hamil yang ingin mendaftarkan bayinya yang masih dalam kandungan harus sudah terdaftar di BPJS. Untuk bpjs kesehatan mandiri yang di bayar oleh perusahaan masih bisa mendaftarkan bayi mereka. Tetapi untuk peserta BPJS PBI atau yang dibayar oleh pemerintah, belum bisa mengikuti program ini.

2. Bukan Peserta Penerima bantuan iuran ( BPJS gratis yang dibayar pemerintah )

Perlu anda ketahui kalau cara daftar bpjs kesehatan untuk bayi dalam kandungan tidak dapat dilakukan bila anda terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan PBI ( Penerima Bantuan Iuran ) atau peserta BPJS yang masuk kedalam sebuah pengecualian menurut peraturan direksi No 211Tahun 2014 tentang petunjuk teknis mengenai penjaminan peserta perorangan BPJS kesehatan.

3. Umur kandungan harus sudah mencukupi

Ketika ingin mendaftarkan bayi dalam kandungan ke bpjs kesehatan, kandungan tersebut haruslah berumur lebih dari 7 bulan atau 2 bulan mendekati waktu persalinan. Umur bayi dalam kandungan yang dirasa cukup biasanya ditandai dengan denyut jantung dan melampirkan surat pengantar dari dokter kandungan. Anda dapat meminta surat pengantar daftar bpjs kesehatan bayi dalam kandungan pada dokter kandungan.

4. Data nama, biodata, Kartu keluarga mengikuti data orang tua

Ketika anda berniat mendaftarkan bayi dalam kandungan, tentunya bayi tersebut belum memiliki identitas. Untuk itulah data yang akan dimasukan sama dengan biodata ibu kandung. Seperti nama bayi dalam kepesertaan diberi nama bayi_nama ibu kandung.  Begitu juga dengan No Kartu keluarga akan menggunakan kartu keluarga orang tua. Sementara untuk tempat dan tanggal lahir, disesuaikan dengan tanggal pendaftaran di kantor BPJS kesehatan terdekat.

BACA :  7 Investasi terbaik untuk persiapan masa pensiun

5. Jenis kelamin bayi yang sesuai

Untuk bayi yang masih dalam kandungan, saat berumur lebih dari 7 bulan, pastilah sudah bisa diprediksi jenis kelaminnya melalui hasil USG. Keterangan jenis kelamin bisa dikuatkan oleh surat keterangan dari dokter kandungan.

6. Pemilihan kelas harus sama dengan BPJS milik orang tua

Dalam hal pemilihan kelas kepesertaan BPJS kesehatan untuk bayi dalam kandungan haruslah sama dengan jenis kelas BPJS orang tua. Seperti contoh jika orang tua atau ibu kandung memiliki BPJS kesehatan kelas 1, maka bayi yang dalam kandungan juga harus di daftarkan ke BPJS kesehatan kelas 1 juga. Hal ini memang sudah menjadi peraturan di BPJS kesehatan tentang kelas kepesertaan BPJS kesehatan keluarga.

7. Perubahan data BPJS bayi dalam kandungan harus segera di ubah

Setelah mendaftar BPJS kesehatan sukses, data kepesertaan masih bisa dirubah ketika bayi tersebut telah lahir. Perubahan data identitas harus dilakukan paling lambat 3 bulan setelah bayi itu lahir. Berarti, jika bayi dalam kandungan yang terdaftar di BPJS kesehatan sudah dilahirkan, orang tua harus segera melakukan perubahan data identitas di kantor BPJS terdekat. Bagi orang tua yang belum melakukan perubahan data bayi lebih dari 3 bulan, Maka kepesertaan BPJS kesehatan bayi dalam kandungan akan dihentikan dan dinonaktifkan sebagai peserta asuransi BPJS Kesehatan.

Keseimpulan:

Setelah membahas panjang lebar, dapat ditarik kesimpulan kalau peserta BPJS mandiri dapat mendaftarkan bayi dalam kandungan ke BPJS kesehatan. Sementara peserta BPJS PBI dan BPJS PPU perusahaan tidak dapat melakukan itu, mereka dapat mendaftarkan bayi setelah bayi itu lahir. Untuk ketentuan dan syaratnya hampir sama seperti cara mendaftar bpjs kesehatan pada umumnya. Bedanya pada cara daftar bpjs kesehatan untuk bayi dalam kandungan harus melengkapi surat keterangan dokter tentang hasil USG. Jadi anda dapat melakukan hal ini dengan mudah jika persyaratan bisa dilengkapi. tinggal datang ke kantor bpjs terdekat, membayar biaya iuran 30 hari setelah bayi dilahirkan, dan bayi anda sudah terlindungi oleh asuransi kesehatan terbaik di indonesia yaitu BPJS Kesehatan.

 

 

Load More By Sudiana
Load More In asuransi
Comments are closed.